Resmi! Prabowo Subianto Siap Jadi Capres Lagi di 2019

PDI-P mulai merapatkan barisan dengan kembali mengusung Joko Widodo sebagai Capres tahun depan. Bersamaan dengan deklarasi itu, Golkar, NasDem, PPP dan Hanura ikut bergabung yang membuat Jokowi akan didukung 51,9%kursi DPR RI. Tentu dengan jumlah ini, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dengan mantap melenggang ke Pilpres karena syaratnya adalah pasangan calon minimal mengantongi 20% kursi DPR RI atau 25% suara nasional dari Pemilu 2014.

 

Berbeda dengan Jokowi, Prabowo Subianto tampak menahan diri meskipun Gerindra sudah jauh-jauh hari memasang genderang perang kepada Jokowi. Dan akhirnya hari Rabu (11/4) malam di kediaman pribadinya, Bukit Hambalang di Bogor, mantan Danjen Kopassus itu menerima mandat Gerindra dan resmi maju sebagai Capres 2019. “Saya menerima keputusan ini sebagai suatu penugasan, amanat, perintah dan saya menyatakan siap melaksanakannya. Bersama-sama kita memikul pengorbanan, menghadapi bahaya dan meraih kemenangan.”

 

Hanya saja Prabowo masih belum mencapai syarat yang ditetapkan UU MD3. Jika hanya disokong oleh Gerindra yang cuma punya 13% kursi DPR RI, tentu peluang Prabowo tertutup. Namun jika sekutu terdekat Gerindra yakni PKS (7,1%) ikut bergabung, Prabowo bisa mulus jadi Capres 2019. Selain itu tiga parpol yang belum membuat keputusan adalah Demokrat, PKB dan PAN yang tampaknya diperebutkan baik koalisi Jokowi atau Prabowo.

 

Untuk Demokrat yang selama lima tahun terakhir menjadi penengah, justru makin mesra dengan Jokowi. PKB masih condong mendukung Jokowi tetapi mereka mengajukan syarat sang Ketum Muhaimin Iskandar harus jadi Cawapres. Dan untuk PAN yang sering dianggap sebagai sekutu Gerindra dan PKS masih tampak gamang. Hanya saja hadirnya petinggi PAN seperti Ketum Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dan Sekjen PAN Eddy Soeparno di Rakornas Gerindra seolah bukti kalau PAN akan merapat mendukung Prabowo.

 

Gerindra Sanksi Kader Yang Tak Dukung Prabowo

 

Sempat tertunda beberapa kali sebelum resmi mengusung Prabowo lagi, rumor berhembus kalau ada perbedaan pendapat di antara kader Gerindra. Namun Waketum Fadli Zon membantah hal itu. Bahkan Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan bahwa Gerindra bakal memberi sanksi bagi kader yang tak mendukung Prabowo.

 

“Kalau ada yang berbeda pendapat tentang pencalonan pak Prabowo saya kira pada saatnya akan dapat sanksi. Dan itu tidak ada sampai saat ini. Semua sudah selesai dan suara di Gerindra bulat 100%. Tidak ada yang tidak bulat. Gerindra pasti ikut Pilpres 2019, tinggal maju. Malah Gerindra termasuk yang dianggap paling maju,” seperti dilansir Detik.

 

PKS – PAN Rebutan Jadi Cawapres Prabowo

 

Setelah memastikan diri maju jadi Capres 2019, pertanyaan judi togel terbesar yang muncul adalah siapakah yang bakal dipilih Prabowo sebagai pendamping? Tak main-main, PKS yang dianggap sebagai sahabat dekat Gerindra bahkan menyodorkan sembilan kandidat Cawapres dari internal partai sebagai syarat masuk ke koalisi. Sembilan nama itu adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al’Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf dan Mardani Ali Sera. Dan dari simulasi lembaga survei, Sohibul adalah pasangan terkuat untuk Prabowo.

 

Sementara untuk PAN, kabarnya akan menjagokan sang Ketum yang kini menjabat sebagai Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Dan lepas dari nama-nama itu, Gerindra juga menggodok dua nama Cawapres di luar partai seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *