Alasan Polri Tak Segera Melakukan Operasi Penyerbuan Pada Napi Teroris Di Mako Brimob

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menanggapi kerusuhan disertai penyanderaan napi teroris di Mako Brimob yang berlangsung selama sekitar 40 jam. Tito mengakui memang tak segera memerintahkan para petugas kepolisian untuk menyerbut narapidana teroris yang memberontak di rutan tersebut. Lebih jauh Kapolri mengatakan bahwa ada pilihan untuk langsung menyerbu atau memberikan peringatan terlebih dahulu selama beberapa waktu.

 

Melindungi narapidana yang tak terprovokasi untuk terlibat kerusuhan

Alasan penundaan penyerbuan adalah terjadi pro kontra di antara 155 tahanan tersebut. Faktanya memang ada beberapa napi yang tak menghendaki adanya kerusuhan serta penyanderaan. Akhirnya polisi mengambil sikap berusaha tetap menjaga keselamatan mereka yang tidak setuju ini.

 

Tito menginstruksikan para personelnya untuk memberi ultimatum terlebih dahulu agar menyerahkan diri. Sebelumnya ia mengaku bahwa dirinya telah menyampaikan kepada presiden bahwa terjadi situasi genting dan pihaknya telah memberikan peringatan atas izin presiden.

 

Pada kamis pagi anggota polisi, Brigadir Iwan Sarjana yang disandera akhirnya dibebaskan, sebelum para napi keluar untuk menyerahkan diri. Kerusuhan disertai penyaderaan ini terjadi di Rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok sejak hari selasa 8/5/2018 malam. Setelah sempat memberontak dan menguasai rutan selama 40 jam sebanyak 155 tahanan menyerahkan diri pada kamis pagi.

 

Mereka segera dipindahkan ke Lapas Pasir Putih di Nusakambangan yang menyediakan pengamanan ekstra ketat. Pada peristiwa tersebut gugur sebagai pahlawan 5 anggota polisi yang menjadi korban penyanderaan dan seorang narapidana teroris tewas. Seorang sandera berhasil dibebaskan, yaitu Bripka Iwan Sarjana.

 

Sikap PBNU atas aksi kerusuhan di Mako Brimob

Pasca terjadinya pemberontakan napi di Mako Brimob, PBNU menyampaikan penolakan serta kecaman keras atas aksi kekerasan yang memakan korban jiwa tersebut. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini. Lebih jauh beliau menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia terutama umat Islam untuk menegakkan kehidupan berislam yang merangkul dan bukannya memukul. Pendekatan Islam yang damai dan bijak harus dikedepankan karena sejatinya agama ini merupakan agama yang luhur dan membawa kebaikan.

 

Dengan demikian ia menegaskan bahwa cerminan Islam bukanlah kekerasan dan menurut Sekjen PBNU tersebut 5 anggota Polri yang gugur pada peristiwa kerusuhan di rutan tersebut berpulang dalam keadaan syahid. Selanjutnya beliau menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya para anggota Densus 88 Polri sekaligus mendoakan agar ketabahan selalu menyertai seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Seperti yang sudah diketahui personel Densus 88 Antiteror yang gugur tersebut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.

 

ISIS klaim bertanggungjawab atas kerusuhan rutan Mako Brimob

Peristiwa menegangkan tersebut juga mendapat klaim dari ISIS sebagaimana yang dilaporkan situs kelompok intelejen SITE. Islamic State Militan mengaku bertanggungjawab pada peristiwa bentrok dengan para anggota polisi anti terror Indonesia di Mako Brimob. Sebagaimana dilansir oleh kantor berita Amaq yang berbahasa Arab dan dipublikasikan via aplikasi telegram, tertulis, terjadi bentrokan yang menegangkan antara anggota polisi anti terror agen togel online di Indonesia dengan para militant ISIS di penjara Depok, Jakarta Selatan.

 

Sebelumnya ISIS juga mengklaim berbagai peristiwa terror di Indonesia, yaitu:

  • Bom Kampung Melayu pada 24 mei 2017
  • Rencana terror di Surakarta pada 17 agustus 2015
  • Teror di Thamrin pada 14 januari 2016
  • Bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta
  • Penangkapan jaringan Majalengka pada 28 november 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *